Survey Hotel melalu Sosial Media menggunakan media Traveloka

 




Tugas Mata Kuliah Perilaku Konsumen

( Survey Hotel melalu Sosial Media menggunakan media Traveloka )

Dosen : Afrillia Elizabet Sagala, M. Arch

 

 




 

Disusun Oleh :

 

Nama

Nomor Induk Mahasiswa

(NIM)

Prodi

Program Studi

Jurusan

Mei Pertiwi

201911019

D3

Perhotelan

Kepariwisataan

Muhammad Yafi A

201911022

D3

Perhotelan

Kepariwisataan

 

PROGRAM DIPLOMA III  KEPARIWISATAAN

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA SAHID SURAKARTA

TAHUN AJARAN 2021 / 2022

Jalan Adi Sucipto nomor 154, Jajar, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah


Royal Ambarukmo Yogyakarta 

Royal Ambarrukmo merupakan hotel bintang lima yang berlokasi di Yogyakarta. Bukan penginapan biasa, Royal Ambarrukmo Yogyakarta merupakan hotel mewah berstandar internasional yang telah ada sejak era kepemimpinan Presiden Ir. Soekarno.

Berdiri sejak abad ke-18, sejarah hotel ini masih berkaitan erat dengan keluarga besar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dahulu hotel ini pernah dijadikan Sultan Hamengku Buwono V sebagai tempat untuk menjamu tamu, travelers. Sempat menjadi kediaman Sultan Hamengku Buwono VII, bangunan hotel Royal Ambarrukmo sampai saat ini masih berdiri kokoh menghiasi kota Yogyakarta.

Hotel Royal Ambarukmo memiliki kamar atau ruangan kurang lebih dua ratus tujuh puluh empat (274) dengan beberapa tipe kamar seperti deluxe room, premiere room, studio room, family room, suite selain  itu juga banyak fasilitas yang ada. Hotel ini berada di Jalan Laksada Adisucipto nomor 81, Ambarukmo, Caturtunggal, kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Alasan memilih hotel Royal Ambarrukmo jogja adalah :

 

1.      Memiliki tempat yang strategis

Bagi kamu yang sedikit bosan berjalan jauh, kalian bisa banget belanja di Mall Ambarrukmo Plaza. Terletak persis di sebelah bangunan hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta di sini kalian juga bisa membeli oleh-oleh dan belanja. Selain itu hotel ini juga dekat dengan pusat kota,hanya dalam 15 menit kita bisa menjangkau tugu jogja.


2.      Menikmati Karya Seni Tempo Dulu yang Memikat Mata

Bukan sekedar interior hotel biasa, beberapa sudut Royal Ambarrukmo masih mempertahankan keunikan bangunan yang telah ada sejak abad 19.Beberapa di antaranya ada relief Untung Rugi di Lereng Merapi karya Harijadi yang dibuat sejak tahun 1962.

 

3.      Heritage Hotel yang nyaman dengan fasilitas modern

Termasuk hotel dengan bangunan bersejarah, Royal Ambarrukmo memiliki fasilitas yang tergolong modern lho travelers. Mulai dari fasilitas kamar berupa smart tv, swimming pool, hingga area bermain anak yang modern bisa kamu nikmati di sini bersama keluarga.

Faktor yang mempengaruhi konsumen :

 

1.        Faktor-faktor sosial

a)      Keluarga

Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang untuk datang ke hotel adalah keluarga,karena anggota keluarga merupakan acuan primer yang saling berpengaruh. Mereka yang datang ke hotel ini mungkin sebagian merupakan keluarga yang memiliki keadaan ekonomi menengah ke atas. Mereka datang berlibur bersama anak-anaknya hanya untuk menginap satu sampai 2 hari saja menikmati fasilitas yang ada di hotel.




a)       Status Sosial dan peran

Posisi seseorang dalam tiap kelompok dapat ditentukan dari segi peran dan status. Tiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan umum oleh masyarakat. Contohnya di sini seorang penusaha yang datang ke joga untuk mengurus bisnisnya dan tentu mereka akan menginap di sebuah hotel yang menurut mereka nyaman.


Kesimpulan :

Dilihat dari faktor faktor yang ada hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta ini termasuk hotel  dengan harga yang bersahabat selain itu hotel ini banyak fasilitas yang dapat digunakan oleh pelanggan sehingga pelanggan atau tamu yang berlibur di hotel ini sangat senang. Hotel ini juga juga bersih tempatnya, luas tempatnya, karyawannya ramah, makanan yang tradisional hingga modern  juga ada di restoran hotel ini

Hotel ini tempatnya sangat strategis sehingga hotel ini sangat nyaman jika digunakan untuk menginap selama liburan karena hotel berada ditengah kota Yogyakarta.


Komentar